Recent Posts

Apakah Batasannya Kita Dikatakan Mampu Untuk Berqurban?


Tarqiyah -- Dikategorikan mampu untuk berkurban ialah yang mempunyai kelebihan harta sebanyak 20 Dinar. Ini kata madzhab al-Hanafiyah. Dalam beberapa literasi al-Malikiyah, disebutkan bahwa standar mampu berkurban ia yang punya kelebihan harta 30 Dinar.

20 atau 30 Dinar adalah harta lebih, alias tidak terpakai atau nganggur. Bukan rumah, bukan kendaraan, bukan perabotan, bukan juga dagangan, itu semua tidak terhitung. 20 atau 30 dinar adalah harta yang menang disimpan sedang kebutuhannya sudah terpenuhi semua. 20 atau 30 dinar itu memang kelebihan.

Dalam madzhab Al-Hanafiyah, orang yang punya kelebihan harta 20 dinar, wajib berkurban. Wajib. Karena memang kurban bagi madzhab ini hukumnya wajib. Jika mampu tapi tidak berkurban, dosa yang didapat. Kalau 1 Dinar saat ini senilai 2 juta rupiah sekian, maka tinggal dikalikan saja 20 atau 30 dinar.

Standar mampu dalam madzhab al-Syafi'iyyah bukan dihitung dengan nominal tertentu, akan tetapi bagi madzhab ini, dikategorikan mampu ialah yang mempunyai uang yang cukup untuk beli kurban, juga untuk menafkahi keluarga beserta orang-orang yang ditanggungnya selama hari-hari penyembelihan; 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Katakanlah ia punya uang 6 juta rupiah. Untuk seekor kurban dari jenis kambing, yang sudah memenuhi syarat kurban seharga 3 juta. Kalau dia beli kambing tersebut, maka sisa uangnya 3 juta. Nah 3 juta sisa tersebut apakah cukup untuk menafkahi keluarha dan orang yang ditanggungnya?

Kebetulan istrinya hanya satu, dan anak kandung 2 orang. Jadi hanya 3 orang beserta dirinya yang ia tanggung. Dalam sehari, dari mulai makan, kebersihan dan kebutuhan lainnya untuk satu keluarga ini hanya menelan biaya 500 ribu rupiah. Kalau dikalikan 4 hari, menjadi 2 juta rupiah. Artinya uangnya masih berlebih, Berarti ia adalah orang yang mampu berkurban.

Maka, baginya sunnah berkurban dan sangat dianjurkan sekali, tidak sampai wajib memang karena dalam madzhab ini kurban hukumnya sunnah muakkadah. Kalaupun tidak berkurban, tidak mengapa akan tetapi jelas ini tercela dan tertimpa kemakruhan kepadanya dan keluarganya.

Jika ada orang dengan uang 10 juta, dia bisa beli kambing 3 juta, sisa uangnya 7 juta rupiah. Akan tetapi orang yang ditanggungnya banyak; Istri 4, anak dari 3 istri ada 12 orang; masing-masing istri punya 4 anak. Istri keempat tidak beranak karena memang baru dinikahinya. Dia juga harus menafkahi orang tuanya yang keduanya sudah uzur, bahkan mertua dari istri pertama pun ikut dengannya. Jumlah semua yang dia nafkahi 21 orang termasuk dirinya. Cukupkah 7 juta untuk 21 orang tersebut dalam 4 hari?

Ini seputar standarisasi mampu berkurban menurut ulama-ulama fiqih.

Oleh : Ustadz Ahmad Zarkasih, Lc
Sumber rumahfiqih.com


..:: Kirim tulisan dan berita dunia Islam ke : redaksi@tarqiyah.com

Ini Dia Perempuan Berhijab Yang Mengisi Skuad Timnas Futsal Putri Indonesia di Sea Games 2017



Tarqiyah- Sea Games ke 29 yang di gelar di Malaysia 19-30 Agustus 2017. Beban besar ada dipundak para pahlawan olahraga Indonesia untuk merebut sebanyaknya medali emas dan menyabet gelar juara umum.

Tak kecuali target besar ada di timnas futsal putri Indonesia. Berada di grup yang tidak mudah bersama Thailand dan tuan rumah Malaysia, tim dituntut meraih hasil maksimal.

Diantar aksi timnas futsal putri Indonesia terdapat satu pemain yang menjadi perhatian. Namanya adalah Maya Muharina Fajriah. Putri kelahiran 19 Mei 1996 itu menjadi pusat perhatian bukan hanya karena permainan dan skillnya yang ciamik, tapi karena ia menjadi satu-satunya pemain yang mengenakan Hijab.

Sejak kecil mencintai dunia olahraga, Maya awalnya adalah atlet atletik. Namun pada suatu kesempatan ketika ia duduk dibangku SMP mendapat tawaran mengikuti seleksi futsal dan lolos. Sejak itulah ia jatuh cinta kepada futsal.

Berkat penampilannya yang impresif bersama timnya, Maya dipercaya untuk mengisi skuad timnas futsal putri Indonesia yang berlaga di Sea Games ke 29 di Malaysia.

"Bangga dan bersyukur karena bisa masuk timnas pertama kalinya dan yang paling muda. Bangga bisa bela negara sendiri di kancah internasional dan bersyukur dari futsal bisa bela negara," ungkap Maya seperti dikutip dari bolabob.com

Dengan segudang prestasi yang dimilikinya, ia bertekad untuk terus berkarir dalam dunia futsal hingga nanti menjadi pelatih.

Semangat yang ia perlihatkan memberikan pelajaran bagi kita bahwa tak ada halangan untuk berprestasi bagi para hijabers. Dengan semangat dan tekad yang kuat serta keteguhan prinsip dan doa maka prestasi akan diraih.

Ukirkan terus prestasimu, Maya!

Biodata:
Nama lengkap: Maya Muharina Fajriah
Tempat dan tanggal lahir: Bogor, 19 Mei 1996
Tinggi dan berat: 162cm - 52kg

Karir di futsal:
Netic Ladies FC 2008 - Sekarang

Prestasi di futsal:
Juara Futsal Gamagudabo Cup 2009
Juara Bogor Championship 2009
Juara Gamagudabo Cup 2010
Juara UPI Challenge 2012
Juara Piala Atmajaya 2012
Juara Piala Ibu Ani Subowo 2011
Juara Legendary Reis Bogor 2012
Peringkat 4 AIMAG 2013 (dikutip dari bolabob.com)

Mengharukan! Bersepeda Lewati 9 Negara, Jamaah Haji Asal Inggris Tiba Di Tanah Suci



Tarqiyah -- Berhaji adalah impian semua muslim. Ibadah napak tilas perjalanan para Nabi ini memiliki perjuangan tersendiri. Tak ayal jika rukun Islam kelima ini menjadi kewajiban setiap muslim apabila telah mampu melaksanakannya. Bukan hanya perkara uang, tapi juga niat dan kemampuan fisik.

Tekad itulah yang dirasakan oleh delapan jamaah haji asal Inggris ini. Mereka mengayuh sepeda sejah ribuan kilometer untuk menginjakkan kaki ditanah suci. Dengan perjuangan yang luar biasa itu kisah ke delapan jemaah haji ini menjadi viral di media sosial.

"Momen sebelum pengendara haji tiba di Masjid Nabawi setelah bersepeda lebih dari 2.000 mil melalui sembilan negara. Adegan-adegan yang menakjubkan," tulis @IlmFeed, dikutip Kompas.com, Selasa (22/8/2017).

Kisah heroik tersebut menginspirasi banyak orang sehingga semakin bersemangat untuk menunaikan ibadah haji. Maka, jika kita sudah mampu secara finansial mari segerakan untuk mendaftarkan diri anda untuk beribadah di tanah haram. Semoga menjadi haji yang mabrur.

(kpw)


..:: Kirim tulisan dan berita dunia Islam ke : redaksi@tarqiyah.com / redaksitarqiyah@gmail.com

Penyambutan Santri Penghafal Al Quran Fakfak Papua



Tarqiyah -- Puluhan warga menyemut di bandara. Mereka hendak menyambut kedatangan rombongan empat santri dari Pondok Pesantren Nuu Waar, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/4). Penyambutan layaknya tamu penting, seperti seorang pejabat yang hendak melakukan kunjungan kerja lalu disambut oleh pejabat daerah. Kami berenam dikalungi bunga dari Pala oleh tokoh masyarakat setempat ketika turun dari pesawat.

Para santri kemudian diarak menggunakan mobil bak terbuka. Mereka berkeliling ke berbagai daerah di Fakfak. Satu mobil dengan speaker di atasnya, orang sana menyebutnya "mobil halo-halo", terus mengumumkan kedatangan santri tersebut dan berbagai kegiatan mereka selama berada di Fakfak.

Penyambutan yang cukup luar biasa tersebut bukan tanpa tujuan. Mereka ingin mengabarkan bahwa anak-anak Fakfak pun bisa menuntut ilmu yang tinggi, terutama dalam ilmu agama. Itu sebabnya mereka diarak dan disiapkan memimpin imam gerakan Subuh berjamaah selama tiga hari di Fakfak.

Tiga dari empat santri tersebut merupakan anak asli Fakfak. Usia mereka tidak sampai 20 tahun. Namun, mereka sudah mampu membaca dan menghafal Alquran cukup baik. Mereka dikirim ke Pondok Pesantren Nuu Waar sekitar 4-5 tahun lalu dan dipersiapkan menjadi dai di Kota Pala ini.

Ketiga santri tersebut diberi kesempatan oleh pihak pondok untuk bertemu dengan orang tuanya walau mereka tidak diperbolehkan menginap di rumahnya. Pasalnya, mereka masih dalam pengawasan penuh pihak pondok.

Suasana haru pun tumpah ketika ketiga santri tersebut dipertemukan dengan orang tuanya lewat acara yang dikemas sebagai pengajian umum. Hawa, salah satu ibu dari ketiga santri tersebut mengaku terharu dan bangga atas pencapaian anaknya selama menempuh pendidikan agama di Bekasi.

Hawa merasa anaknya memberikan kebanggaan kepada keluarganya dan masyarakat Fakfak Timur. "Bangga, terharu bahwa anak saya bisa begini. Saya tidak menyangka bisa menghafal Alquran, itu satu kebanggaan buat saya," ujar Hawa kepada Republika, di Kampung Wambar, Distrik Timur Tengah, Fakfak, Papua Barat.

Hawa mengakui, dia menawarkan diri agar anaknya dibawa ke Jakarta untuk belajar pendidikan agama oleh organisasi dakwah Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN). Sebab, Hawa khawatir anaknya tidak bisa mengaji dan minim ilmu agama jika berada di Fakfak.

Hawa memberangkatnya anaknya yang bernama Salman ke Jakarta pada 2014 saat usianya baru 10 tahun. Saat itu, Salman duduk di bangku kelas V sekolah dasar. Namun, tekad kuat Hawa agar anaknya mendalami ilmu agama membuat dirinya ikhlas anaknya dididik di luar Papua. "Karena saya ingin pendidikan agama, makanya saya pikir namanya rezeki dari Allah, tentu kalau di sini tidak tahu ngaji," kata Hawa.

Sumber republika.co.id


..:: Kirim tulisan dan berita dunia Islam ke : redaksi@tarqiyah.com

Ini Dia Manfaat Menikah



Tarqiyah -- Islam menganjurkan para pemuda untuk segera menikah seperti yang telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam sabdanya,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian yang sudah sanggup menikah, maka hendaklah dia menikah. Dan barangsiapa yang tidak sanggup, maka hendaklah dia berpuasa karena puasa itu akan menjadi perisai baginya.” (HR. Al-Bukhari).

Dalam agama Islam, pernikahan pun diatur dengan sebaik mungkin, yakni harus atas dasar ketaatan kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Tak diragukan, dengan melangsungkan pernikahan seseorang bisa memelihara kesucian diri dan keturunannya, memelihara kehormatan dan manfaat lainnya yang akan dia dapatkan selama hidup di dunia maupun di akhirat kelak.



Sesungguhnya, banyak sekali manfaat pernikahan bagi seseorang dari sisi sosial kemasyarakatan, kesehatan, dan lain sebagainya. Dalam sebuah buku berjudul 1000 Tips Menggapai Rumah Tangga Bahagia, karya Batsinah As-Sayyid Al-Iraqi disebutkan sejumlah manfaat pernikahan.

Berikut ini kami sebutkan 15 manfaat di antaranya:

1. Menikah berarti melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya yang menjadi kunci kebahagiaan seorang hamba di dunia maupun di akhirat kelak.

2. Mengikuti sunnah para nabi yang menjadi contoh dan panutan bagi kita semua.

3. Menikah adalah sarana untuk menyalurkan nafsu dengan cara yang benar. Menikah juga merupakan sumber kebahagiaan jiwa dan hati.

4. Dengan menikah, seseorang akan menjaga kehormatannya, menundukkan pandangannya dan menjauhi berbagai macam fitnah yang ada di lingkungan sekitarnya.

5. Memperbanyak jumlah umat Islam sehingga menjadi kuat dan dihormati.

Dengan  banyaknya jumlah umat Islam, maka mereka bisa berdiri sendiri dan tidak meminta bantuan kepada umat lain. Namun dengan satu syarat, yaitu apabila kekuatannya ini dipergunakan sesuai dengan syariat Islam.

6. Mewujudkan cita-cita Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Beliau ingin membanggakan umatnya yang banyak di hari Kiamat kelak di hadapan para Nabi dan Rasul selain beliau.

7. Memperkuat ikatan kekeluargaan dan rasa cinta di antara dua keluarga, dan memperkuat ikatan kemasyarakatan.

Sebuah masyarakat yang bersatu adalah masyarakat yang kuat dan bahagia.

Sumber bersamadakwah.net 


..:: Kirim tulisan dan berita dunia Islam ke : redaksi@tarqiyah.com

Nasional

Dakwah

Internasional