Hikmah Dibalik Larangan Minum Sambil Berdiri


google.com

 Dari Anas dan Qatadah rodhiyallohu anhuma, dari Nabi sholallohu alaihis salam: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qatadah berkata, “Bagaimana dengan makan?” Beliau menjawab, “Itu lebih buruk lagi.” (H.R. Muslim dan Turmudzi)

Di dalam tubuh kita ada semacam saringan (saringan sfringer) yg hanya akan terbuka jika dalam posisi duduk. Ketika kita minum sambil berdiri, maka air akan langsung masuk ke kandung kemih tanpa disaring terlebih dahulu. Padahal air yang kita konsumsi sehari-hari tidak 100% bersih. Ini mengakibatkan kotoran-kotoran yang tidak tersaring tersebut mengendap di kandung kemih yang bisa menimbulkan penyakit kristal ginjal.

Perjalanan air yg kita konsumsi menuju lambung sebagai tempat penampungan, yang selanjutnya mesti dipompa oleh jantung untuk disalurkan keseluruh organ-organ tubuh kita. Apabila perjalanan air ini tidak berjalan baik atau terhambat, maka secara otomatis penyebaran air ke seluruh tubuh pun akan terganggu. Padahal seperti yang kita ketahui bersama, tubuh kita berisikan lebih banyak cairan. Seperti darah kita yang sebagian besarnya terdiri dari air dimana terdapat larutan bahan-bahan selain sel-sel darah. Bahkan tulang-tulang dalam tubuh kita megandung air sebanyak 30-40%. Jika kesemuanya itu tidak berjalan dan tersalurkan dengan baik dapat berakibat fatal bagi kesehatan tubuh kita.

Adapun Rosululloh pernah minum sekali sambil berdiri, dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan suatu kebiasaan. Ini hanya sekali, karena situasi yang sangat darurat!

Selain dikarenakan factor kesehatan yang telah diketahui oleh para ahli medis tersebut, juga ada factor lain yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari larangan minum berdiri oleh Rasulullah. Makan dan minum sambil berdiri jelas merupakan sebuah tindakan atau perbuatan yang sangat tidak sopan. Tidak sesuai dengan manusia yang merupakan makhluk tertinggi, yang merupakan pemimpin bumi ini. Jika kita saja sebagai manusia yang berpendidikan makan dan minum sambil berdiri maka apa bedanya kita dengan hewan yang tidak memiliki akal dan etika dalam makan dan minum?

Semakin terbukti betapa islam merupakan agama yang kaffah. Sungguh sangat menyeluruh ajaran yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad SAW. Hingga hal-hal kecil yang cukup penting seperti adab makan dan minum ini pun telah diatur dan disempurnakan olehNya.

Maka itu mari kita sebagai seorang yang beragama, seorang yang berpendidikan, hindari makan dan minum dengan berdiri. Perbaiki adab kita, mulai dari diri sendiri, mulai saat ini.
Wallahu’alam.

Silakan Berbagi

Related Posts

Previous
Next Post »