HMI: Berhentilah Memecah Pemuda


Berhentilah memecah para pemuda, khususnya para pemuda yang menginginkan perdamaian dan ingin fokus pada visi tentang pembangunan bangsa.
Jika aksi memecah para pemuda pemikir tidak dihentikan, keberadaan para pemuda yang menjadi pilar politik masa depan bangsa akan rapuh.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Noer Fajrieansyah di Kazan, Rusia, Selasa (19/6/2012) ini, sebagaimana dilaporkan wartawan Kompas Simon Saragih. Fajrieansyah berada di Rusia dalam rangka studi perbandingan soal pluralisme di Rusia.
Studi banding ini juga diikuti Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hubungan Internasional PB HMI Muhammad Chairul Basyar, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Addin Jauharudin, Sekjen Lingkar Studi Mahasiswa Dhika Yudistira, dan Ketua Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) Putut Prabantoro.

Ketua Umum PB HMI mengatakan hal ini sehubungan dengan terjadinya pemukulan terhadap salah seorang pengurus PB HMI bernama Mulyadi, yang juga Ketua Bidang Perkaderan PB HMI.
Ketua Umum PB HMI mengatakan, pemukulan ini diduga kuat merupakan bagian dari upaya memecah kesatuan pemuda, khususnya HMI.

Fajrieansyah juga sekaligus mengimbau HMI, baik para senior maupun generasi mudanya, untuk tetap mempertahankan kekompakan.
"Ini penting agar HMI bisa menjadi organisasi yang solid, independen, bebas dari segala kepentingan, dan turut memberikan sumbangsih positif dalam pembangunan bangsa," kata Fajrieansyah, yang juga prihatin karena pengusutan kasus pemukulan terhadap Mulyadi tampaknya tidak ditangani secara benar.
"Saya sungguh prihatin dengan keadaan ini karena saya pribadi menginginkan para pemuda kokoh dan menjadi pilar yang baik bagi pembangunan bangsa ke depan," katanya.    


sumber : Kompas                       

Silakan Berbagi

Related Posts

Previous
Next Post »