Tongkat Ini Padamu Dik


Tongkat ini padamu, dik. Maka memejamlah sejenak,, tuk luruskan kembali niat,, tuk kumpulkan kembali semangat,, tuk pulihkan kembali lelah, tuk hapuskan segala resah dan gundah,, Memejamlah sejenak. Namun sejenak saja,, untuk kemudian kembali membukanya, untuk kembali bersemangat, untuk kembali menapaki jalan ‘lelah’ lagi bersama.

Tongkat ini padamu, dik. Maka jagalah ia. Genggam  erat, dengan ukhuwah yang rapat lagi hangat. Karena sejatinya perjalanan menggenggam tongkat ini tidak mudah, tidak selalu indah, kan meminta peluh bahkan mungkin juga darah. Tentu kau butuh sesuatu yang sering kali kita sebut dengan kata ukhuwah tuk dapat bersama melaluinya dan saling memperkuat.

Tongkat ini padamu, dik. Lihatlah,, belajarlah,, ambilah hikmah dari luka-luka pemegang sebelumnya. Jangan.. jangan biarkan langkah-langkahmu terjatuh kembali pada tempat yang sama. Jangan.. jangan biarkan krikil-krikil yang sama menyandungmu, melukaimu,,atau bahkan menghentikanmu dari lari-lari optimis menuju kemenangan nyata yang tlah dijanjikan-Nya.

Tongkat ini padamu, dik. Maka lanjutkanlah. Jangan memulai lagi dari awal, namun menolehlah kembali ke start untuk mengambil pelajaran tuk kemudian melanjutkan. Lanjutkanlah,, berlarilah,, terus menuju kemenangan, atau setidaknya tuk sampai kembali pada punggung penggenggam tongkat berikutnya.

Tongkat ini padamu, dik. Lagi,, genggam erat, jangan biarkan ia terlepas oleh apapun sebab. Bahkan jikalah tongkat ini berbara, berduri, yang membuat telapakmu memerih... tetaplah genggam ia erat. Redamlah perih dan luka dengan Al-Huda dan sunnah rasul-Nya. Ingatlah Dia maka kan meluntur segala lara.

Tongkat ini padamu, dik. Berlarilah secepat yang kau bisa. Berlarilah menuju kemenangan yang nyata.  Namun jangan lengah. Jangan sampai tak terarah, jangan tanpa berencana. Berlarilah layaknya profesional yang mengejar menang dengan strategi dan kelihaian dalam segala peran.

Tongkat ini padamu dik. Beriring tangis, penuh cabik-cabik, gelisah, dan sedikit gundah berpindahlah ia. Beri yakinlah kami bahwa kau akan senantiasa menjaga, meninggikan, menguatkan, dan membawanya ke titik tertinggi dari kesejatian pengabdian dan penghambaanmu kepada Rabb semesta alam.

Tongkat ini padamu, dik. Berbaik-baiklah menjaganya. Inilah masa untukmu membintang dengannya. Menyempurnalah dengan sinar dari sinar-Nya. Menguatlah selalu dengan ingatan cita besar kita akan firdaus, 'Adn, na'iim, darussalam atau khuldi yang atas izinnya kelak kan menjadi muara kita melepas rindu dan dahaga akan cinta.



*Tertulis ini untukmu adikku (yg tak perlu kusebut namanya), adik2 binaanku, adik2 seperjuanganku di lembaga dakwah kampus syahid, juga adik2 semua yg tengah berjuang melanjutkan genggaman tongkat estafet dakwah, meretas cita besar akan ke-futuh-an  dien-Nya.

Silakan Berbagi

Related Posts

Previous
Next Post »

1 komentar:

komentar
13 June 2013 at 10:00 delete

hem. kayaknya kenal ama yg nulis

Reply
avatar