Ulama : Tradisi Balimau Bertentangan Dengan Islam


Ulama Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar Syawal Syuro mengatakan tradisi "balimau" menjelang bulan suci ramadhan dengan mandi-mandi ke sungai harus dihindari karena bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam.
"Umat Islam harus paham dan mengerti tentang kaidah mensucikan diri sebelum ramadhan. Mensucikan diri sendiri di rumah lebih baik jika pergi balimau dengan mandi-mandi kesungai," kata dia di Simpangampek, Kamis.

Dia mengatakan, tradisi balimau dengan mandi bersamaan antara laki-laki dan perempuan di lokasi yang sama seperti sungai dan tempat pemandian lainnya haram dan tidak diperbolehkan dalam Islam. Budaya mandi atau balimau antar berlainan jenis harus dihilangkan karena akan menghilangkan nilai-nilai Islam itu sendiri.

"Kita sangat menyayangkan dengan tradisi balimau generasi muda saat ini tanpa mengetahui apa arti balimau sebelum bulan Ramadhan datang. Budaya balimau tersebut sangat salah dan dilarang oleh agama Islam," kata dia.

Menurutnya, tradisi balimau yang dianjurkan dalam Islam adalah balimau dengan mambasuh semua tubuh dengan air dengan niat menjalankan ibadah puasa bukan mandi-mandi di sungai dengan berlainan jenis.
Dia menjelaskan, pada intinya dalam balimau adalah membersihkan diri dari najis kecil dan besar dengan membasuhi seluruh tubuh beserta niat yang jelas. "Balimau atau mandi suci merupakan hal yang sakral dalam Islam karena kita akan mamasuki bulan yang suci dan harus niat yang ikhlas. Balimau dalam Islam harus benar-benar menurut ajaran yang sudah ditentukan bukan balimau dengan mandi bersama-sama dengan berlainan jenis," tegasnya.

Lebih jauh dia katakan, agara generasi muda saat ini tidak melakukan balimau dengan cara yang salah dan mari niatkan hati menyambut bulan yang suci dengan cara yang baik dan halal.
Lokasi yang biasa digunakan tempat balimau oleh warga Pasaman Barat diantaranya adalah di Batang Tongar, Pantai Sasak, Lubuak Landua dan sejumlah lokasi lainnya yang tersebar di daerah itu.

Dia menambahkan, meskipun hingga saat ini hari pertama ramadahan belum jelas apakah Jumat (20/7) atau Sabtu (21/7), namun umat Islam diharapkan tidak mempermasalahkannya. Perbedaaan persepsi merupakan hal yang biasa dalam Islam dan jadikan perbedaaan itu untuk memperkuat persatuan dan kesatuan umat. "Mari persiapkan diri menghadapi bulan nan suci dengan memperbanyak beramal dan berbuat baik,"kata dia.



sumber  : kompas.com

Silakan Berbagi

Related Posts

Previous
Next Post »