Surat terbuka untuk yang kami cintai, Ustadz Yusuf Supendi


Bismillahirohmanirohim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Entah dengan kata apa kami gambarkan perasaan hormat kami padamu wahai muasis dakwah. Semoga kata-kata ini mewakili perasaan kami, kami sangat mencintaimu.

Kami sadar mungkin tanpamu kami tak akan menikmati indahnya jalan ini. Jalan dimana peluh berubah menjadi nikmat, jalan dimana cerca menjadi semangat beramal. Jalan yang paling indah yang pula dilalui oleh para Nabi dan Rasul serta orang-orang beriman. Dan kaulah yang telah berjuang dengan peluhmu hingga dakwah itu sampai pada kami dan kami menikmatinya hingga saat ini.

Ustad, kami mungkin tidak pernah sekalipun bertemu dengan antum begitupula antum. Tapi ada kata yang ingin kami sampaikan dari balik surat ini, kami sangat mencintaimu.

Memutih rambutmu, jenggotmu bukan pertanda lusuh. Kami yakin itulah simbol kecemerlanganmu, saksi atas segala kebersahajaanmu. Kaulah yang telah menjadi perantara cahaya Allah atas kami, bagaimana mungkin Allah tak hadirkan cahaya itu diwajahmu, ustad kami mencintaimu.

Kami hanya ingin kau tahu bahwa apa yang selama ini kau ungkapkan kepada khalayak tentang pemimpin-pemimpin jamaah ini membuat hati kami tersayat. Bukan, bukan karena kami lebih mencintai mereka daripadamu. Tapi kami mencintai mereka sama seperti kami mencintaimu, karena besarnya amal dakwah kalian. Dan mereka adalah bagian dari dakwah ini.

Ustad tentu diri yang dangkal ini tak mampu disandingkan dengan kedalamanmu dalam ilmu. Kau pasti mengenal hali ini “Seorang hamba yang menutupi aib orang lain di dunia, kelak Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.” (HR.Muslim) 

Kau juga pasti telah mengetahui dan mengamalkan pula keutamaanya, serta balasannya jika kita melanggarnya.

Ustad, kami tak rela kau bersanding satu kubu dengan orang yang telah merusak agama ini. Dan seolah se-iya dengan agenda utama mereka yakni mengganggu kekokohan jamaah ini. Apakah kau tak merasa risih, ataukah tak kau hiraukan itu. Ustad ketahuilah bahwa kami sangat mencintaimu.

Atas apa yang kau ceritakan tentang rusaknya jamaah ini kami sadar betul bahwa jamaah ini adalah sekumpulan manusia, tempat khilaf dan dosa. Tapi bukankah dari yang berdosa itu lebih baik adalah orang-orang yang bertaubat. Sebagaimana Rasulullah sampaikan, “Setiap anak Adam sering melakukan dosa dan sebaik-baiknya orang yang melakukan dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. (HR. Ibnu Majah)

Lalu mengapa kau salahkan kami yang ingin bertaubat memohon ampun kepada Rabb kami?. Lalu kau memperkeruhnya dan seolah kami memang pesakitan dan tak pantas bertaubat. Ustad ketahuilah kami mencintaimu.

Kami tak jua mengerti apa yang kau inginkan dari apa yang kau lakukan. Tapi kami meyakini bahwa kau jua mencintai kami. Kami tak lantas paham jua mengapa kau seolah bersemangat sekali mengungkap semua keburukan saudaramu disaat kami berusaha untuk bangkit. Padahal tentu kau sangat memahami betul, jauh lebih paham daripada kami bagaimana menjaga keutuhan jamaah ini. Bagaimana sulitnya membangun citra dakwah yang baik dimata masyarakat. Namun setelah apa yang terus kau timpakan ini ada yang ingin kami sampaikan padamu . kami sangat mencintaimu.

Kami rindu saat kau menyembuhkan haus kami dari dahaga ilmu, kami rindu saat kau bakar semangat kami dengan hujaman nasihatmu,tapi bukan dengan cara seperti ini.

Ustad, kau tahu betapa cintanya kami pada jalan ini, bukan pada golongan ini. Dan apapun yang merusak cinta kami terhadapnya maka kami akan menolaknya.

Dalam dakwah pasti ada rintangan, ada ujian itulah tabiat dakwah sesungguhnya. Dan kami ingin lalui ujian-ujian dakwah ini bersamamu. Melewati masa sulit ini dengan berjuang bersamamu, dibarisan ini, barisan yang kau bina.

Ustad yang kami cintai karena Allah, percayalah jika kau mengetahui cinta ini kepadamu tentu kau tak akan sampai hati melukainya. Bahkan kau tak mungkin membuatnya gusar terlebih lagi futur dan terlempar.

Ustad, kami ingin sampaikan bahwa, Allah yang menjaga dakwah ini Ia pula yang akan memudahkan setiap langkah-langkahnya. Tak ada satupun yang mampu menghalangi dan memadamkan cahaya dakwah ini. Kami sadar kami banyak kelemahan maka itu kami memohon ampun dan pertolongan hanya kepada Allah.

Di akhir surat ini , kami ingin sampaikan salam dari saudara-saudara kami yang masih ikhlas dalam perjuangannya. Yang masih murni dalam setiap amal dakwahnya, yang masih bergelora semangat kebaikannya, yang masih kokoh dalam barisan jamaah ini. kami sangat mencintaimu.

Barakallahufik ya ustadz,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


5 Februari 2013 / 23 Rabiul Awwal 1434 H

Dari sudut kampung,
Abu Niyazi 





..:: Kirim tulisan dan berita dunia Islam ke : redaksitarqiyah@gmail.com

Silakan Berbagi

Related Posts

Previous
Next Post »

24 komentar

komentar
6 February 2013 at 11:52 delete

Subhanallah... meleleh air mata saya membaca surat ini T_T

Reply
avatar
Anonymous
6 February 2013 at 12:05 delete

benar2 mewakili suara hati yg lain.....---Dazzling Jade--

Reply
avatar
6 February 2013 at 13:05 delete

Semoga kita terhantar bersamanya di JannahNya kelak ya,, amiin..

Reply
avatar
6 February 2013 at 13:15 delete

amiiiin, semoga ada akhir yang baik setelah ini *berlinanng mengenang beliau*

Reply
avatar
6 February 2013 at 13:26 delete

amiin semoga ketulusan ini menjadi doa

Reply
avatar
Anonymous
6 February 2013 at 14:19 delete

Sebenernya jalan keluarnya mudah sekali ...
a. Adakan Muktamar Luar Biasa untuk menonaktifkan Ustad Hilmi, Ustad Anis Mata dan Ustad Luthfi.
b. Pilih pengganti mereka dgn ustad2 lain yg belum terpolusi, masih murni dan segar.

Insya Allah kita akan sembuh total dan bangkit.

Reply
avatar
Anonymous
6 February 2013 at 15:02 delete

Yg bikin tulisan ini soalnya belum pernah diperlakukan seperti yg Yusuf Supendi terima dari pembesar2 PKS yg arogan, mau menang sendiri, suci, tdk mau disalahkan, demi keutuhan jamaah, dan alasan2 gak mutu lainnya. Ngapain meleleh air mata??? Yusuf Supendi dizhalimi malah gak ada yg nangisi?? Bener2 sekumpulan orang2 yg ANEH!!

Reply
avatar
Anonymous
6 February 2013 at 15:08 delete

Kalo memang hebat, sesudah merasa dizalimi ya ikhlas saja, hidup tenang di dunia dan akhirat. kalo kayak gini, orang ini memang pantas di keluarkan

Reply
avatar
Anonymous
6 February 2013 at 15:18 delete

dengarkan juga rintihan kader kader yg udah tidak aktif.
Tanyakan juga kenapa.
Liat juga antara pk dan pks apa bedanya.
Liat juga masa masa pk dan pks.
Apa yg terbayang antara pk dan pks.
Mana yg lebih di cintai pk atau pks.
~¿~

Reply
avatar
kpw
6 February 2013 at 15:26 delete

sungguh dangkal kita rasanya jika mengomentari sesuatu atas dasar emosi, berpikir jernih dan objektif. setau saya tak ada yang menzhalimi ustadz yusuf, ini hanya perkara aturan organisasi, dan apakahan yagn mengatakan ustadz yusuf di zhalim sudah mengetahui asal perkaranya?
yagn saya tahu setelah dikeluarkan ukhuwah diantara mereka tetap erat. hanya kita saja yang kadang termakan media.

jika ada yang mengatakan ustad ini sudah tak murni, arogan, yang itu cinta dunia. apa ukuranya? kekayaan? jabatan? apakah seorang muslim tak boleh kaya? apakah seorang muslim tak boleh memagang jabatan?

lalu apakah kita termasuk orang yang murni dan beramal, ataukah kita hanya bagian orang yang ikut2an berkomentar.

tulisan diatas ini menggambarkan kecintaan, bukan kebencian, apalagi kesinisan, saya heran mengapa masih ada yang mengkomentarinya dengan sinis

Reply
avatar
6 February 2013 at 15:47 delete

Subhanalloh dahsyat isi surat ini, bahwa kammi di jamaah sangat mencintai saudaranya bukan saling menjatuhkan... terlihat jelas dalam surat ini berisikan kata2 yang halus, santun, bijak dan penuh keikhlasan tanpa mengada2...
Love you coz Allah ... ({})

Reply
avatar
6 February 2013 at 17:12 delete

Tak ada yang menjamin sehebat apapun ilmu mereka dan sebesar apapun aktivitas dakwah, kita tidak tahu niat masing2. kita hanya melihat dari hasil2 kerja mereka.
hanya perlu diketahui bersama, orang2 yg telah 'ngotot' minta partai ini didirikan, kini sebagian telah meninggalkan. kalau boleh dikatakan, siapa yg berhak menanggung semua kesalahan yg ada dalam perjalanan partai ini, ya merekalah yg telah 'ngotot' minta partai berdiri.
sedangkan presiden partai saat ini, beliau adalah kader yg menolak partai didirikan, tapi saat partai sudah jadi dan berjalan, beliaulah yang paling komitmen menjalankannya dengan integritas yg tinggi.

adapun bila partai ini bubar, lalu berdiri partai baru dengan pimpinan partai yg berbeda, siapakah yg menjamin jama'ah ini akan lebih baik? siapakah yang menjamin pemimpin baru akan lebih amanah? sedangkan Iblis dan tentaranya akan selalu mengepung kumpulan manusia yang baik dan menggoda keimanan hingga jama'ah ini berantakan.

maka, daripada Allah mengangkat tanganNya dari jama'ah, terimalah segala kekurangan dan kelebihan dalam jama'ah dan saling menasehatilah layaknya sepasang suami istri yg terus berupaya damai dan menjadi lebih baik rumah tangganya setiap waktu.

wallahu'alam

Reply
avatar
Anonymous
6 February 2013 at 17:49 delete

Saya tidak tahu apa yang terjadi, Apa ada yang tahu apa sebenarnya kekeliruan/kesalahan Ustd Yusuf Supendi sehingga "dikeluarkan" dari Tarbiyah?Penjelasan yang terbuka dari PKS kepada Publik dan Kader insyaalloh akan menjauhi Suudzhon/Gibah/Fitnah..., dan bertabayunlah dengan Ust Yusuf Supendi.Jika tidak bisa bertabayun dengan 1 orang saja ( Bahkan seorang Pendiri )bgmn PKS bertabayyun dgn Kader dan Masyarakat Indonesia???

Reply
avatar
6 February 2013 at 20:10 delete

just for Anonim
kayaknya antum harus menunjukkan siapa sebenarnya antum, antum berkomentar tapi d balik 'tirai', dan ini merupakan ciri-ciri dari sifat munafik, sabda Rasul " ciri-ciri orang munafik ada tiga,apabila ia berkata ia berdusta...." dan salah satu dari kata dusta itu adalah berkata (koment) tapi tidak bertanggung jawab (Black ID), takut d ketahui identitasnya. semoga Allah memberikan hidayah.

Reply
avatar
Anonymous
6 February 2013 at 21:29 delete

saya tidak takut, hanya prefentif saja terhadap konspirasi. Jika apa yg saya sampaikan menurut saudara Benar, ya begitulah adanya.Mudah-mudahan Alloh bersama kita. Jika apa yang saya sampaikan menurut saudara salah, itu Hak anda.Biarlah Alloh yang menghakimi saya, apa saya bersalah/munafik tidaknya.Ibarat saudara Beli Nasi padang Enak di dalam perjalanan apa wajib kenal pedagangnya?Dan Jika tidak enak apa Haram untuk mengenalnya?wallohu alam ...

Reply
avatar
Anonymous
7 February 2013 at 07:09 delete

maksudnya, kalo benar memang mereka2 itu masih mementingkan duniawi dan bejat seperti, itu, ya ga perlu di buka aibnya, biar di dunia ini senang, azabnya cukup di akhirat saja, kalo selain itu ya ga perduli, di dunia di hukum, di akhirat yo juga, kan beda amalannya .... hehe

Reply
avatar
7 February 2013 at 07:50 delete

Saudaraku Anonim, sebaiknya Anda pelajari betul2 isi surat An-Nuur terutama yg berkaitan dgn Hadist Ifki mulai dr ayat 11 dan umumnya keseluruhan isi surat An-Nuur, maka Anda akan tau bagaimana seharusnya seorang Muslim bersikap terhadap Muslim lainnya.

Reply
avatar
Abu Hisyam al-Dibuk
7 February 2013 at 09:13 delete

Assalaamu'alaykum Akhi...

Ana secara pribadi bukanlah orang PKS, namun sedari kuliah selalu dekat dengan ikhwah PKS dan ketika memasuki dunia kerja kerap bekerja dengan ikhwah PKS. Dari situ pula, ana tahu bahwa ikhwah PKS juga manusia seperti ana. Mereka juga bisa melakukan kesalahan laiknya manusia lain. Maka kita juga harus pandang mereka secara proporsional, tidak berlebihan dalam membela sehingga berubah menjadi tazkiyah yang berlebihan seolah mereka lebih suci dari pada malaikat, atau juga menyalahkan secara berlebihan seolah mereka itu lebih buruk dari pada Firaun. Yang paling layak dilakukan oleh para ikhwah PKS saat ini adalah bermuhasabah dengan penuh kejujuran (terutama bagi ikhwah yang selama ini aktifitasnya terkait erat dengan kepemimpinan dan fund rising bagi partai): apakah benar kita selama ini benar-benar berdakwah ilallah, atau hanya menggunakan nama dakwah untuk mengkamuflase kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan..? Apakah benar kita sungguh-sungguh ikhlas berjuang untuk Islam atau menggunakan Islam untuk memenangkan kepentingan-kepentingan kita..? Masihkah slogan Allah ghayatuna yang selalu diserukan dulu, sudah kita amalkan secara lahir dan batin, atau sudah berubah orientasinya kepada kehidupan yang fana ini dengan beragam alasan..? Sudahkah kita menerima nasihat-nasihat saudara kita dengan baik - yang mengingatkan kita ketika tergelincir , atau jangan-jangan kita lah yang terlalu banyak membuat alasan ketika mereka mengingatkan kita sehingga membuat mereka kehilangan asa terhadap diri kita dan partai ini yang berujung pada menjauhnya mereka dari kita..? Ketahuilah Akhi, jika memang kita ikhlash dan berada di atas kebenaran (menurut Allah dan Rasul-Nya), maka sungguh tak perlu ada kekhawatiran kita akan berbagai musibah dunia yang tengah menerpa, karena Allah telah berjanji pasti akan menolong. Namun jika kita keliru dan salah, sungguh berlaku jujur mengakui kesalahan untuk memohon ampun dan bertaubat kepada Allah adalah sebuah keniscayaan untuk kita.

Ana berharap, semoga musibah-musibah yang tengah menerpa antum sekalian bisa dijadikan landasan untuk memperbaiki diri dan internal partai ke depannya.

Reply
avatar
7 February 2013 at 10:23 delete

bukan PKS tak ingin bertabayun dg kader atau masyarakat Indonesia, tapi karena kecintaan tehdap sang USt lah yg membuat mereka enggan menyampaikan aib ust kpd khlayak banyak. bahkan hatta skrng ust sdg khilaf dengan mengumbar seluruh aib, tak ada satu kata pun dari kader PKS yg balik membuka aib nya, itu karena kita mencintainya..selalu..

ana klarifkasi terkait yg mengkomparasikan antara PK dan PKS,

Tak ada yg beda dg PK dan PKS, PK di ganti nama jadi PKS agar bisa mengikuti pemilu berikutnya, karena dipemilu sebelumnya PK tak lolos, karena hanya memiliki suara kurang dari 2%. sedangkan peraturanya, hanya partai yg memiliki suara diatas 2% yg berhak ikut pemilu selanjutnya.

Reply
avatar
7 February 2013 at 11:59 delete

Subhanallah... membaca dari paragraf ke paragraf surat ini tak terasa air mata berlinag.
Amin Ya Allah semoga ada akhir yang baik setelah ini *berlinanng mengenang beliau*

Reply
avatar
Anonymous
7 February 2013 at 21:14 delete

penulis disini mencoba melawan kritkan dengan bahasa yang diperhalus, kenapa anda tidak mengatakan secara lantang ?
kecuali anda memcoba untuk merubah opini masyarakat. ini media bukan ranah politik

Reply
avatar
Anonymous
8 February 2013 at 13:11 delete

We loves u ustdz Yusuf Supendi..... always karena ALLAH.....

Reply
avatar