Untuk Kita Yang Terlambat

Terlambat, siapapun di antara kita pasti sering mengalaminya. Entah terlambat dalam ibadah, maupun dalam aktivitas keduniaan yang kita jalani. Terlambat mau tidak mau akan menyebabkan seluruh/sebagian aktifitas kita terganggu. Karena satu saja agenda terlambat kita jalankan, akan berdampak terlambat pula untuk agenda selanjutnya.

Ketika melihat seseorang terlambat, pasti timbul satu pertanyaan dalam benak kita "Mengapa kamu terlambat?" Dan setiap orang pasti punya alasan atas keterlambatannya. Lalu otak kita pun akan memutuskan akan menerima atau menafikan alasan tersebut.

Saya tidak ingin kita semua lalu menyalahkan orang yang terlambat. Tentu faktor husnudzon menjadi hal yang harus kita kedepankan sebelum adanya tabayun(klarifikasi), sebagaimana Allah juga memberikan peluang masbuk dalam shalat.

Al-Qur'an secara rinci menggambarkan proses keterlambatan itu lengkap beserta cara tabayun dan iqobah(hukuman). Perhatikan ayat-ayat berikut.

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku(Sulaiman) tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir? Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang."

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar."

Berkata Sulaiman: "Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."

Kisah keterlambatan Burung Hud-hud tersebut Allah abadikan dalam surat an-Naml ayat 20-28. Jelas sudah bagaimana proses tabayun itu terjadi dan bagaimana proses iqobah menjadi hal yang diperbolehkan jika alasan keterlambatan yang dikemukakan tidak relevan. Tentu dalam hal kekinian kita juga harus perhatikan iqobah yang kita berikan, apakah sesuai dengan kelalaiannya atau tidak. Jangan sampai iqobah yang diberikan terlalu berat sehingga bukannya membuat efek jera, tapi malah merusak ukhuwah.

Dalam konteks lain, Allah menjelaskan akibat yang fatal dari keterlambatan seorang hamba dalam bertaubat di surat al-Mu'minun ayat 99 dan 100.

Hingga kelak bila maut telah datang kepada masing-masing mereka, dia akan berkata: "Tuhanku; kembalikan sajalah aku ke dunia. Supaya aku kerjakan amal yang shalih, yang dahulu telah kutinggalkan." Tidak sekali-kali! Itu cuma kata-kata yang diucapkan­nya saja. Sedang di belakang mereka telah ada barzakh (dinding pembatas), sampai kelak kepada hari mereka akan dibangkitkan.

Sahabat, tentu kita tidak ingin terjebak dalam keterlambatan. Sehingga terlambat bukan lagi menjadi hal yang tidak disengaja, tetapi menjadi watak/sifat kita, sampai-sampai teman-teman kita mengatakan "Ah, kalau dia terlambat mah biasa itu!" Na'udzubillahi min dzalik.

Imam Syahid Hasan al-Banna dalam 10 wasiatnya menyiratkan bahwa seorang Muslim haruslah bersegera dalam beramal. Sehingga minim peluang kita membuang-buang waktu untuk hal yang tidak penting. Karena kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia.

Semoga kita senantiasa menjaga ketepatan waktu dalam setiap aktivitas, dan Allah jauhkan kita dari keterlambatan dalam bertaubat & beramal. Wallahu a'lam bisshowab.


Oleh : Alif

.:: Kirim tulisan dan berita dunia Islam ke : redaksitarqiyah@gmail.com

Silakan Berbagi

Related Posts

Previous
Next Post »