Surat Cinta Untuk Banser

Tarqiyah.com - Kaulah garda yang selalu terdepan menjaga keharmonisan, kebhinekaan, dan keutuhan suasana keagamaan dan keragaman di Negeri ini. Tak terhitung tahun kau mengambil peran yang jarang diambil siapapun selain kau. Banser adalah bagian dari kaum muslimin, tak bisa dipungkiri.

Kami menyadari apa yang kau perjuangkan itu adalah bagian dari mencintai agama ini, Islam yang rahmatan lil alamin. Memang representasi kecintaan kepada Islam bisa bermacam-macam. Hal itu dikarenakan akar pemahaman Islam yang menyeluruh mengisi sendi kehidupan.

Tapi kami terhenyak ketika kau berbeda dan menghentikan sebuah kegiatan untuk menegakkan dienul Islam ini, pengajian.

Kami mulai memahami, berusaha menelaah, berupaya mendamaikan hati dan lisan agar tidak keluar kelu kami padamu. Sungguh kami mencintaimu semua karena Allah. Karena agama ini menempatkanmu teramat dekat pada diri kami. Islam itu bersaudara.

Wahai saudaraku seiman, dari lubuk jiwa ini ingin kami sampaikan betapa kami mendambakkan tanganmu yang tegak dan mengepal kearah musuh-musuh Allah. Bukan mengarahkannya kepada kami yang bahkan jika kau melakukannya kami ikhlas tak membalasnya.

Wahai penjaga cahaya Allah, kami merindukan rangkulan mesra penuh persaudaraan agar kita dapat menatap dan berbaris kokoh menghadang siapapun yang ingin mencerai beraikan barisan kaum muslimin.

Perbedaan apa yang membuatmu gusar itu, sampaikan pada kami. Juga tolong tanyakan pada diri dan hatimu yang penuh cinta padaNya itu, karena kami sangat mencurigai bahwa yang kau terima itu adalah bisikan setan. Bisikan yang terdengar indah dan syahdu, namun bisikan itulah yang menjatuhkan moyang kita dari syurga.

Tak ada yang berbeda antara kau, kami, mereka atau siapapun dalam Islam ini selama Allah dan Rasulnya yang menjadi pondasi kokohnya. Yang menjadi pembeda adalah cara pandang kita, cara bersikap kita.

Jelas, lisan meskipun ia mengantar tauhid tidak selalu bisa diterima dengan tanpa sakit. Justru lebih sering terasa sakitnya dikarenakan jauhnya rasa cinta kita kepada Allah dan RasulNya. Terasa jauh sekali kita padaNya. Sehingga tak ada yang salah dengan memaafkan dan kembali mencintai para pencinta Nabi.

Entah mengapa kau secara terang tega dan berusaha memadamkan cahaya cinta Nabi itu. Apakah karena mereka tidak kau suka? apakah karena mereka pendusta ? apakah karena mereka pendosa ?

Mengapa kau tiada pula menunjukkan keakrabanmu dengan kitabullah dan sunnahnya ketika kau melarang orang mengkajinya. Kami berharap tidak begitu adanya. Semoga kau tetap terjaga.

Masihkah kau ingat barisan jutaan kaum muslimin yang bergandeng, dengan kepal yang sama meneriakan tauhid. Apakah kau tega memadamkan cahaya itu hanya karena kita tidak pernah berbicara bersama menemukan apa yang sama pada kita dan apa yang bisa kita perbuat untuk Islam ini.

Saudaraku yang kami banggakan, berilah ruang yang cukup pada kami untuk mendoakan kalian diujung sholat kami. Sungguh tak ingin lidah ini tersalah dan terpenjara dengan sesuatu yang akan menyakitimu.

Wahai sahabatku Banser dimanapun kau, kami sampaikan cinta dan ta'zhim padamu. Kami hanya ingin mengajakmu menyimak kembali apa yang kau baca dalam kitab suci kita dan apa yang disampaikan oleh Nabi kita. Kemudian kita bersama berjalan bahkan mungkin berlari menyongsong kemenangan Islam.

Kalau kita bisa menengadahkan tangan yang sama kepadaNya, mengapa kita tidak bisa mengepalkannya pula ke arah yang sama. Kepada semua musul Allah yang berusaha memadamkan cahayaNya.

Teruntuk kalian semua saudaraku, Banser.


Jakarta,
Abu Niyazi


..:: Kirim tulisan dan berita dunia Islam ke : redaksitarqiyah@gmail.com

Silakan Berbagi

Related Posts

Previous
Next Post »